Kalinyamatan, 25 Mei 2026 – Datang sebagai juara bertahan, tim futsal Spawas harus puas menjadi runner-up di ajang Sula Futsal Competition 2026. Hasil itu didapat setelah anak-anak asuhan pelatih Ridwan Setiawan kalah adu penalti di partai final yang dramatis.
El Banafsaji (Si Ungu)-julukan tim Spawas- mengawali turnamen
kali ini dengan meyakinkan. Di pertandingan pembuka, tim kuat SMPN 1 Welahan berhasil
dibantai dengan skor 4-1. Pertandingan seru tersaji di babak perempat final,
kala terjadi derby Walisongo. Menghadapi ‘saudara kandungnya’, MTs
Walisongo, Rizky dkk., tampil penuh percaya diri. Hasilnya, ‘Sang Kakak’
dipaksa pulang lebih awal setelah kalah dua gol tanpa balas.
Kedigdayaan Spawas berlanjut saat berlaga di semifinal. Kali ini giliran
SMPN 2 Pecangaan yang menjadi korban. Sepanjang pertandingan, jual beli
serangan terjadi. Kedua tim silih berganti menciptakan peluang berbahaya di
mulut gawang. Akhirnya, tim Spawas yang berhak melaju ke partai final setelah
unggul tipis 2-1.
Di laga pamungkas, Spawas tampil kurang greget. Selain karena
faktor kelelahan, ratusan penonton yang condong mendukung tim lawan, menjadi tekanan
tersendiri. Meski begitu, anak asuhan Ridwan Setiawan berusaha tampil tenang.
Berkali-kali sang juru taktik memberikan instruksi dari pinggir lapangan agar
para pemainnya fokus. Hingga babak pertama usai, skor masih kacamata, 0-0.
Memasuki babak kedua, pertandingan makin sengit. Duel-duel keras
terjadi berulang kali. Akibatnya, beberapa pemain Spawas harus menerima
perawatan dari tim medis. Melihat stamina pemainnya makin terkuras, coach Ridwan
menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain safe.
Meski bermain lambat, tim Spawas mampu mengancam gawang lawan. Dimotori
Didin dan Rizky, pertahanan SMPN 1 Mayong berulang kali berhasil diacak-acak. Puncaknya,
Spawas berhasil unggul lebih dulu lewat sontekan kaki kanan Didin. Skor 1-0.
Tertinggal satu gol, anak-anak SMPN 1 Mayong meningkatkan
instensitas serangannya. Berulang kali gawang Spawas yang dijaga Nizar, dibombardir. Petaka akhirnya terjadi di ujung laga. Kala pertandingan hanya
menyisakan kurang dari dua menit, sebuah tembakan jarak jauh mampu memperdaya Nizar dan membuat kedudukan imbang 1-1.
Skor imbang di waktu normal, membuat laga harus dilanjutkan dengan
adu tendangan penalti. Dari tiga penendang, kedua tim berhasil menyarangkan dua
bola. Akhirnya, koin tos kembali dilakukan oleh wasit untuk menentukan siapa
pemenang laga final ini. Spawas yang mendapat jatah menendang, gagal
memanfaatkan peluang. Tendangan keras Aldi berhasil dimentahkan kiper lawan. El
Banafsaji gagal mempertahankan mahkota juara dan harus puas menduduki posisi runner-up.
Kegagalan menyabet gelar juara menyisakan kekecewaan bagi pemain
Spawas. Linangan air mata dan cucuran keringat menyatu membasahi jersey
kebanggaan mereka. Tim sedikit mendapat hiburan ketika Nizar dinobatkan sebagai
Best Goalkeeper kejuaraan. Meski gagal di final, perjuangan para pemain, kerja keras pelatih dan offisial layak mendapat apresiasi tinggi. Big applause for the squad. #dimas.spawas

.jpeg)

0 komentar:
Posting Komentar