Ruang
Multimedia SMP Walisongo Pecangaan sejak Sabtu pagi kemarin tampak berbeda dari
biasanya. Tidak ada deretan meja kaku dengan lembar jawab komputer yang sunyi.
Sebaliknya, atmosfer di dalam ruangan justru menyerupai ruang sidang ilmiah
mini yang penuh energi. Mulai Sabtu, 16 Mei 2026, sekolah yang mengusung jargon
#UnggulBerkarakter ini resmi menggelar agenda besar: Uji Performa &
Research Expo Tahun Ajaran 2025/2026.
Bukan
sekadar ajang pameran kreativitas musiman, kegiatan ini memikul bobot akademis
yang sangat krusial. Berdasarkan program kerja sekolah, presentasi Uji Performa
Riset IPA ini merupakan salah satu pilar utama instrumen penentu komponen
kelulusan bagi seluruh murid kelas 9.
Langkah
berani ini diambil sebagai wujud nyata implementasi Panduan Pembelajaran dan
Asesmen (PPA) dari BSKAP Kemendikbudristek, yang mendorong sekolah untuk
beralih ke asesmen autentik. Kompetensi murid tidak lagi diukur lewat hafalan
kertas, melainkan diuji secara langsung lewat tindakan, penalaran, dan
kemampuan mempertahankan ide di hadapan publik.
Sinergi di Balik
Layar Ruang Multimedia
Berjalannya sebuah acara besar yang presisi tentu membutuhkan kerja tim yang solid di belakang layar. Sejak langkah pertama memasuki ruangan, koordinasi apik sudah terasa. Begitu mikrofon dibuka dengan suara khas Bapak Budi Ismail, S.E. selaku pembawa acara, suasana hangat namun formal langsung terbangun.
Di sudut kendali
teknis, Bapak Kiki Syahnakri, S.Kom. sebagai operator sibuk memastikan transisi
salindia presentasi dan kualitas audio berjalan tanpa kendala. Sementara Bapak Rif’ul
Mazid Maulana, S.Si. dari tim media dengan sigap mengabadikan setiap momen
penting lewat bidikan lensa kameranya.
Sisi
estetika panggung dan pengarahan alur pementasan presentasi anak-anak juga
tampak matang. Hal ini tidak lepas dari sentuhan dingin Ibu Noor Afiyah, S.Pd.
selaku Waka Kurikulum dan koordinator kegiatan yang bertindak sebagai pengarah
jalannya acara. Berkat kawalan beliau, anak-anak kelas 9 tidak hanya tampil
sebagai peneliti, tetapi juga mampu menyajikan presentasi yang memiliki daya
pikat visual dan performa panggung yang percaya diri.
Kepala
SMP Walisongo Pecangaan, Ibu Nurul Zulaeha, S.Pd., M.Pd, melalui kalimat
sambutannya menjabarkan visi sekolah dan tujuan penyelenggaraan acara kepada
para orang tua yang duduk rapi menyimak dengan seksama.
Kejutan
Trilingual: Dominasi Bahasa Inggris hingga Langkanya Bahasa Mandarin
Ada pemandangan yang luar biasa dan sempat mencuri perhatian seluruh hadirin di dalam Ruang Multimedia. Saat mempresentasikan proyek riset IPA mereka, para murid tidak hanya fasih menyampaikan paparan dalam Bahasa Indonesia.
Di luar
ekspektasi, beberapa kelompok tampil dengan penuh percaya diri memaparkan
materi menggunakan Bahasa Inggris, bahkan sebagian murid lainnya memberikan
kejutan besar dengan menyisipkan pengantar dan penjelasan menggunakan Bahasa
Mandarin yang fasih.
Kemampuan
komunikasi internasional ini menjadi penanda kuat bahwa penguasaan bahasa asing
benar-benar menjadi program andalan di SMP Walisongo Pecangaan. Untuk tingkat
sekolah menengah pertama, terobosan ini tergolong sangat langka dan visioner.
Bahkan, bisa dibilang kelas bahasa Mandarin untuk jenjang SMP kemungkinan besar
baru ada di sini, menjadikannya satu-satunya pelopor utama di seluruh wilayah
Kabupaten Jepara. Langkah berani ini membuktikan bahwa sekolah sukses mencetak
generasi lokal yang siap berpikir global.
Lima Kriteria
Utama Penilaian Kinerja
Sebagai
sebuah ujian kelulusan, bobot penilaian dilakukan secara ketat dan objektif.
Bertindak sebagai tim penilai utama dari unsur guru adalah Kepala SMP Walisongo
Pecangaan, Ibu Nurul Zulaeha, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh Waka
Kurikulum, Ibu Nor Afiyah, S.Pd. Kehadiran beliau berdua di meja penguji
memastikan bahwa standar akademis riset tetap berada pada koridor yang valid
berdasarkan rubrik evaluasi kinerja.
Ada
5 kriteria utama yang menjadi dasar penilaian tim juri di dalam ruangan:
- Kreativitas Karya/Produk: Menguji keaslian gagasan
awal, keunikan ide, serta daya kreativitas murid dalam merancang proyek
riset.
- Kualitas Karya/Produk: Menilai kekuatan metodologi
ilmiah, ketepatan fungsi, kerapian, serta ketahanan dari produk IPA yang
dibuat.
- Kerjasama Antarmurid: Mengukur kolaborasi tim,
pembagian tugas yang adil, serta kemampuan menekan ego individu demi visi
kelompok.
- Inovasi dan Kebermanfaatan
Karya:
Menakar seberapa jauh riset mini ini memberikan solusi nyata dan manfaat
konkret bagi lingkungan masyarakat sekitar Pecangaan.
- Penyajian dan Kemampuan Komunikasi: Menantang mentalitas public speaking murid saat menyampaikan presentasi, merespons pertanyaan kritis, serta kecakapan dalam menggunakan bahasa asing pilihan mereka.
Metode
Triangulasi: Keterlibatan Juri Guru, Wali Murid, dan "Voter" Adik
Kelas
Selain
penilaian formal dari tim juri guru, SMP Walisongo menerapkan sistem penilaian
360 derajat (triangulasi). Di sisi lain bangku penonton, kehadiran para orang
tua atau wali murid memberikan atmosfer emosional yang hangat sekaligus ikut
memberikan penilaian dari sudut pandang perkembangan karakter anak selama
berproses di rumah.
Lalu,
bagaimana dengan keterlibatan murid kelas 7 dan 8? Sekolah menerapkan metode
yang sangat cerdas agar tidak mengganggu jalannya presentasi di dalam Ruang
Multimedia. Murid kelas 7 dan 8 tidak menonton jalannya presentasi secara
langsung di dalam ruangan, melainkan mereka datang secara bergantian (shifting)
ke area pameran untuk melihat langsung produk fisik hasil riset kakak kelasnya.
Di
sinilah proses penilaian sebaya (peer-assessment) terjadi secara unik.
Setiap adik kelas dibekali stiker tempel khusus. Setelah mengamati, bertanya,
dan menilai kualitas produk yang dipamerkan. Mereka akan menempelkan stiker
tersebut pada produk favorit pilihan mereka sebagai bentuk dukungan dan poin
penilaian publik. Cara ini merujuk pada konsep Penilaian Autentik dari isi buku
Assessment in Educational Settings karya J.H. McMillan yang melibatkan
komunitas sebaya. Hal itu terbukti efektif meningkatkan motivasi internal murid
untuk berkarya.
Proses
penggemblengan mental dan karakter ilmiah ini tentu tidak terjadi dalam
semalam. Di belakang kelompok-kelompok riset yang tangguh ini, ada peran tiga
srikandi pembimbing murid, yaitu Ibu Lailatul Qodriyah, S.Pd., Ibu Iva Lutviana,
M.Pd., dan Ibu Isnaini Alfiyatul Husna, S.Pd. Melalui tangan dingin para pembimbing
inilah, murid diajari cara menyusun tahap demi tahap penelitian, melakukan
eksperimen secara jujur, hingga mengolah data secara objektif.
Maraton Tiga Hari
yang Penuh Emosional
Sesuai dengan linimasa yang dirancang sekolah, pelaksanaan uji performa ini dibagi menjadi tiga gelombang demi menjaga kualitas penilaian yang mendalam. ‘Kloter’ pertama, kelas 9A tampil pada Sabtu, 16 Mei 2026, sebagai panggung pembuka.
Ketegangan
sekaligus rasa bangga yang luar biasa tampak jelas di wajah Sang Wali kelas,
Bapak Abdul Wahid, M.Si. Meskipun bukan bertindak sebagai pembina teknis
risetnya, menyaksikan satu per satu anak didik yang diasuhnya sehari-hari
berdiri tegap di podium dengan penuh percaya diri mempertahankan hasil kerja
keras mereka adalah sebuah kepuasan batin yang tak ternilai bagi seorang wali
kelas.
Dinamika
berlanjut pada hari kedua, Ahad, 17 Mei 2026. Ruang Multimedia kembali menggelora
dengan presentasi dari kelas 9B. Di bawah kawalan ketat Ibu Iva Lutfiana, M.Pd.
selaku wali kelas. Seluruh perangkat juri dan murid tetap menunjukkan dedikasi
yang tinggi untuk menampilkan performa terbaiknya. Puncaknya, maraton akademis
ini ditutup pada Selasa, 19 Mei 2026 oleh penampilan pamungkas dari kelas 9C
yang didampingi oleh wali kelas mereka, Ibu Lailatul Qodriyah, S.Pd.
Lahirnya Jiwa yang #UnggulBerkarakter
Melalui kegiatan Research Expo ini, SMP Walisongo Pecangaan membuktikan kelasnya sebagai lembaga pendidikan yang tidak sekadar mengejar angka-angka mati di atas kertas rapor. Melalui empat pilar utama sekolah—Berpikir Kritis, Berkarya, Berinovasi, dan Bermanfaat—para murid dididik untuk menjadi manusia yang merdeka dan solutif.
Ketika lulus nanti, mereka tidak hanya membawa ijazah,
tetapi juga membawa modal mentalitas peneliti berkompetensi global yang siap
bersaing.
Keberhasilan
penyelenggaraan acara ini sekaligus menjadi etalase hidup bagi masyarakat luas,
khususnya para orang tua yang sedang mencari sekolah terbaik untuk
putra-putrinya. Sistem pendidikan yang terukur, humanis, memiliki program
bahasa asing yang unggul, dan berbasis kompetensi nyata seperti inilah yang
ditawarkan oleh SMP Walisongo Pecangaan pada gelaran SPMB Tahun Ajaran
2026/2027 ini.
Mengingat komitmen sekolah untuk menjaga rasio belajar yang ideal dan eksklusif, kuota pendaftaran tahun ini dibatasi dengan sangat ketat, yaitu hanya membuka tiga kelas. Bagi calon wali murid yang tidak ingin kehilangan momentum emas ini, gerbang komunikasi telah dibuka melalui Call Center resmi melalui WhatsApp 0823 1352 1462.
Pada akhirnya, di sekolah yang menghargai setiap proses karya inilah, potensi terbaik anak Anda akan tumbuh dan mekar dengan optimal.
================================
Penulis: Abdul Wahid, M.Si.
Editor: Budi Ismail Asro

0 komentar:
Posting Komentar