Jumat, 22 Mei 2026


 

Gambar hanya ilustrasi

 

 Waktu berjalan begitu cepat tanpa pernah menunggu kita bersiap. Rasanya baru kemarin kami menyambut anak-anak kelas 9. Mereka masuk ke ruang kelas dengan mata penuh binar. Rasa ingin tahu, kecemasan khas remaja, dan sejuta mimpi terpendam. Kini, lembaran perjuangan tiga tahun di bangku sekolah menengah pertama telah mencapai babak puncak.

Sebagai salah satu pendidik di SMP Walisongo Pecangaan, ada rasa haru yang membuncah saat menerima lembar undangan resmi dari Yayasan Walisongo Pecangaan. Undangan yang bertajuk Muwadda’ah & Tasyakkur Kelulusan Tahun Pelajaran 2025/2026 ini bukan sekadar kertas biasa. Bagi kami para guru, ini adalah maklumat bahwa tugas mengantarkan anak-anak di satu fase kehidupan telah tunai. Selanjutnya, gerbang petualangan yang lebih besar telah menanti di depan mata.

 

Momentum Kebersamaan yang Sakral

Acara akbar ini insyaallah akan dilaksanakan serentak untuk seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Walisongo Pecangaan. Mulai dari MTs, SMP, MA, SMA, hingga SMK. Berdasarkan agenda, prosesi suci ini bakal digelar pada hari Ahad, tanggal 24 Mei 2026 di gelanggang olahraga milik Yayasan.

Saya bersama rekan guru akan hadir mengenakan batik seragam Yayasan terbaru. Namun, lebih dari sekadar formalitas pakaian dan kehadiran fisik, momentum ini adalah ruang khidmat untuk mendoakan masa depan anak-anak.

Rangkaian acara telah dirancang begitu indah oleh panitia yang dikomandani Bapak Ahmad Zainuddin, S.Kom. Mulai dari Kirab Wisudawan yang akan memancarkan wajah-wajah penuh kebanggaan, hingga prosesi wisuda. Tidak kalah penting, kita juga akan mereguk ilmu dalam siraman rohani oleh KH. Toha Abrori dari Bojonegoro.

 

Angkatan Keren Penuh Prestasi

Secara khusus, ingatan saya tentu langsung tertuju pada dinamika luar biasa di tiga ruang kelas 9. Ada 28 murid di kelas 9A yang selama ini saya bersamai langsung sebagai wali kelas. Di sebelah kami, ada 29 murid kelas 9B yang diasuh dengan penuh kesabaran oleh Ibu Iva Lutviana, M.Pd.. Sedangkan di kelas 9C ada 28 murid yang dibimbing dengan luar biasa oleh Ibu Lailatul Qodriyah, S.Pd.

Sebanyak 85 mutiara bangsa ini adalah angkatan yang sangat istimewa. Jika kita membuka kembali rekam jejak digital di media sosial SMP Walisongo Pecangaan, deretan feed-nya penuh sesak dengan dokumentasi prestasi yang telah ditorehkan oleh mereka. Mulai dari lomba akademik, olahraga, seni, hingga bidang kepramukaan dan keagamaan. Mereka bukan hanya sekadar belajar, tetapi telah mengukir nama baik sekolah dengan tinta emas.

Tiga tahun kami berbagi ruang dan tawa. Sebuah masa yang kadang dihiasi dengan teguran-teguran kecil dari para guru. Saya yakin, tidak ada satu pun teguran yang lahir dari rasa benci. Semuanya merupakan bentuk asahan agar karakter para murid menjadi sekuat berlian. Di sekolah ini, kami menyaksikan mereka tumbuh dari remaja awal yang pemalu menjadi pribadi-pribadi yang berani, kreatif, santun, dan berdaya saing tinggi.

 

Seuntai Pesan Untuk Wisudawan

Muwadda'ah ini adalah panggung bagi kalian. Saat samir wisuda dikalungkan, ada doa yang mengalir deras dari benak para guru. Di setiap langkah kaki menuju panggung wisuda, ada harapan besar agar ilmu yang didapatkan di sekolah menjadi berkah dan bermanfaat.

Terkait keberkahan ilmu, saya teringat sebuah nasihat emas dari Syekh Al-Zarnuji dalam kitab klasik penuntut ilmu, Ta’limul Muta’allim Thariqat Ta'allum:

فَإِنَّ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا لِيَعْمَلَ بِهِ نَفَعَهُ الْعِلْمُ وَبُوْرِكَ لَهُ فِيهِ، وَمَنْ تَعَلَّمَهُ لِغَيْرِ الْعَمَلِ كَانَ عِلْمُهُ وَبَالاً عَلَيْهِ

"Sesungguhnya barang siapa yang menuntut suatu ilmu dengan niat untuk mengamalkannya, maka ilmu itu akan mendatangkan manfaat baginya dan ia akan diberkahi di dalamnya. Namun, barangsiapa yang menuntut ilmu bukan untuk diamalkan, maka ilmunya justru akan menjadi beban/kesengsaraan baginya."

Nasihat ini menjadi alarm penting bagi anak-anakku kelas 9. Kelulusan ini bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk mengamalkan apa yang telah didapatkan.

Ke mana pun kalian akan melangkah, tetaplah membawa karakter khas murid Yayasan Walisongo. Jangan pernah lupakan nilai-nilai akhlak, kemandirian, dan ketauhidan yang selama ini digembleng di sekolah. Bawalah nama baik almamater dengan penuh integritas di mana pun kalian berada. Kami melepas kalian dengan senyum bangga dan doa yang tidak akan pernah putus. Lusa kalian telah lulus, tetapi belajar harus tetap jalan terus.

Terima kasih kepada seluruh orang tua dan wali murid. Sebuah kepercayaan dan sinergi yang luar biasa selama tiga tahun. Amanah yang diberikan kepada kami mungkin belum bisa kami laksanakan dengan sempurna. Semoga langkah terbaik yang telah kami upayakan, mampu menjadi secercah cahaya bagi langkah anak-anak kita.  

Sampai jumpa di gelanggang tasyakkur kelulusan. Panggung muwaddaah yang insyaallah penuh berkah. 

=============================


Penulis: Abdul Wahid, M.Si.
Editor: Budi Ismail Asro





0 komentar:

Posting Komentar

SEKILAS SPAWAS

SMP Walisongo Pecangaan adalah salah satu SMP unggul di Kabupaten Jepara yang berada di bawah naungan Yayasan Walisongo Pecangaan. Berdiri pada tahun 1986, SMP Walisongo Pecangaan mempunyai ciri khas dan keunggulan dalam penguatan aqidah Islam ahlussunnah wal jamaah, pengamalan ubudiyah, pembiasaan akhlakul karimah, dan pengembangan potensi peserta didik.

VISI DAN SLOGAN

VISI "Mewujudkan lulusan yang unggul dalam prestasi, santun dalam pekerti, dan berdaya saing tinggi." SLOGAN "Unggul Berkarakter"

KATEGORI TULISAN

PALING BANYAK DIBACA