Waktu berjalan begitu cepat tanpa pernah menunggu kita bersiap. Rasanya baru kemarin kami menyambut anak-anak kelas 9. Mereka masuk ke ruang kelas dengan mata penuh binar. Rasa ingin tahu, kecemasan khas remaja, dan sejuta mimpi terpendam. Kini, lembaran perjuangan tiga tahun di bangku sekolah menengah pertama telah mencapai babak puncak.
Sebagai
salah satu pendidik di SMP Walisongo Pecangaan, ada rasa haru yang membuncah
saat menerima lembar undangan resmi dari Yayasan Walisongo Pecangaan. Undangan
yang bertajuk Muwadda’ah & Tasyakkur Kelulusan Tahun Pelajaran 2025/2026
ini bukan sekadar kertas biasa. Bagi kami para guru, ini adalah maklumat bahwa
tugas mengantarkan anak-anak di satu fase kehidupan telah tunai. Selanjutnya, gerbang
petualangan yang lebih besar telah menanti di depan mata.
Momentum
Kebersamaan yang Sakral
Acara
akbar ini insyaallah akan dilaksanakan serentak untuk seluruh unit pendidikan
di bawah naungan Yayasan Walisongo Pecangaan. Mulai dari MTs, SMP, MA, SMA,
hingga SMK. Berdasarkan agenda, prosesi suci ini bakal digelar pada hari Ahad,
tanggal 24 Mei 2026 di gelanggang olahraga milik Yayasan.
Saya bersama rekan guru akan hadir mengenakan batik seragam Yayasan terbaru.
Namun, lebih dari sekadar formalitas pakaian dan kehadiran fisik, momentum ini
adalah ruang khidmat untuk mendoakan masa depan anak-anak.
Rangkaian
acara telah dirancang begitu indah oleh panitia yang dikomandani Bapak Ahmad Zainuddin, S.Kom. Mulai dari Kirab
Wisudawan yang akan memancarkan wajah-wajah penuh kebanggaan, hingga prosesi wisuda.
Tidak kalah penting, kita juga akan mereguk ilmu dalam siraman rohani oleh KH.
Toha Abrori dari Bojonegoro.
Angkatan Keren
Penuh Prestasi
Secara
khusus, ingatan saya tentu langsung tertuju pada dinamika luar biasa di tiga
ruang kelas 9. Ada 28 murid di kelas 9A yang selama ini saya bersamai langsung
sebagai wali kelas. Di sebelah kami, ada 29 murid kelas 9B yang diasuh dengan
penuh kesabaran oleh Ibu Iva Lutviana, M.Pd.. Sedangkan di kelas 9C ada 28 murid
yang dibimbing dengan luar biasa oleh Ibu Lailatul Qodriyah, S.Pd.
Sebanyak
85 mutiara bangsa ini adalah angkatan yang sangat istimewa. Jika kita membuka
kembali rekam jejak digital di media sosial SMP Walisongo Pecangaan, deretan feed-nya
penuh sesak dengan dokumentasi prestasi yang telah ditorehkan oleh mereka.
Mulai dari lomba akademik, olahraga, seni, hingga bidang kepramukaan dan
keagamaan. Mereka bukan hanya sekadar belajar, tetapi telah mengukir nama baik
sekolah dengan tinta emas.
Tiga
tahun kami berbagi ruang dan tawa. Sebuah masa yang kadang dihiasi dengan
teguran-teguran kecil dari para guru. Saya yakin, tidak ada satu pun teguran
yang lahir dari rasa benci. Semuanya merupakan bentuk asahan agar karakter para
murid menjadi sekuat berlian. Di sekolah ini, kami menyaksikan mereka tumbuh
dari remaja awal yang pemalu menjadi pribadi-pribadi yang berani, kreatif,
santun, dan berdaya saing tinggi.
Seuntai Pesan
Untuk Wisudawan
Muwadda'ah
ini adalah panggung bagi kalian. Saat samir wisuda dikalungkan, ada doa yang
mengalir deras dari benak para guru. Di setiap langkah kaki menuju panggung
wisuda, ada harapan besar agar ilmu yang didapatkan di sekolah menjadi berkah
dan bermanfaat.
Terkait
keberkahan ilmu, saya teringat sebuah nasihat emas dari Syekh Al-Zarnuji dalam
kitab klasik penuntut ilmu, Ta’limul Muta’allim Thariqat Ta'allum:
فَإِنَّ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا لِيَعْمَلَ بِهِ
نَفَعَهُ الْعِلْمُ وَبُوْرِكَ لَهُ فِيهِ، وَمَنْ تَعَلَّمَهُ لِغَيْرِ الْعَمَلِ
كَانَ عِلْمُهُ وَبَالاً عَلَيْهِ
"Sesungguhnya
barang siapa yang menuntut suatu ilmu dengan niat untuk mengamalkannya, maka
ilmu itu akan mendatangkan manfaat baginya dan ia akan diberkahi di dalamnya.
Namun, barangsiapa yang menuntut ilmu bukan untuk diamalkan, maka ilmunya
justru akan menjadi beban/kesengsaraan baginya."
Nasihat
ini menjadi alarm penting bagi anak-anakku kelas 9. Kelulusan ini bukanlah
garis akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk
mengamalkan apa yang telah didapatkan.
Ke
mana pun kalian akan melangkah, tetaplah membawa karakter khas murid Yayasan Walisongo.
Jangan pernah lupakan nilai-nilai akhlak, kemandirian, dan ketauhidan yang
selama ini digembleng di sekolah. Bawalah nama baik almamater dengan penuh
integritas di mana pun kalian berada. Kami melepas kalian dengan senyum bangga dan
doa yang tidak akan pernah putus. Lusa kalian telah lulus, tetapi belajar harus
tetap jalan terus.
Terima
kasih kepada seluruh orang tua dan wali murid. Sebuah kepercayaan dan sinergi
yang luar biasa selama tiga tahun. Amanah yang diberikan kepada kami mungkin
belum bisa kami laksanakan dengan sempurna. Semoga langkah terbaik yang telah
kami upayakan, mampu menjadi secercah cahaya bagi langkah anak-anak kita.
Sampai
jumpa di gelanggang tasyakkur kelulusan. Panggung muwaddaah yang insyaallah
penuh berkah.
=============================
Penulis: Abdul Wahid, M.Si.
Editor: Budi Ismail Asro

0 komentar:
Posting Komentar