Senin, 03 November 2025


 


Bulan Oktober merupakan salah satu bulan penting dalam sejarah Indonesia. Pada bulan tersebut, diperingati sebagai bulan bahasa dan sastra. Hal ini didasarkan pada peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai daerah berikrar menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.  

Penetapan Oktober sebagai Bulan Bahasa dan Sastra dimulai secara resmi sejak tahun 1980. Peringatan ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan bahasa serta sastra Indonesia, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan meningkatkan peran masyarakat dalam melestarikan bahasa nasional. 

Dalam rangka memeriahkan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra, tahun ini SMP Walisongo Pecangaan menggelar Semarak Bulan Bahasa 2025. Kegiatan yang dihelat tepat bersamaan dengan hari peringatan Sumpah Pemuda tersebut mengusung tema, “Bahasa, Sastra, dan Budaya: Cermin Identitas dan Kreativitas Generasi Muda.” Uniknya, pergelaran ini disajikan dengan empat bahasa: bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Masing-masing bahasa dikemas dalam cabang lomba yang menarik.

Sejak pagi, seluruh murid telah memenuhi aula sekolah, tempat acara tersebut dilangsungkan. Mereka antusias ambil bagian dalam berbagai pentas yang dilombakan. Ada musikalisasi puisi berbahasa Indonesia, kontes dalang berbahasa Jawa, dan drama musikal berbahasa Inggris. Selain itu, ada pula lomba video klip cover lagu berbahasa Mandarin.

 


Peserta didik yang tidak tampil pun tetap bersemangat menyaksikan unjuk kreativitas teman-temannya di atas panggung.

“Saya senang sekali karena bisa mengikuti Semarak Bulan Bahasa tahun ini. Sangat mengesankan, seru, dan menambah rasa kebersamaan dengan teman-teman satu kelas.” tutur Azqiya Shofiyani, murid kelas IX B.

Sementara itu, teman satu kelas Azqiya, Aditya Nur Ashar menyampaikan harapannya agar acara semacam ini bisa terus diselenggarakan setiap tahun. “Seru dan sangat menarik. Selain bisa menumbuhkan rasa nasionalisme, juga dapat melatih mental dan keberanian untuk tampil di depan umum.” ujar Aditnya penuh semangat.

 


Dalam sambutan saat membuka acara, Kepala SMP Walisongo Pecangaan, Nurul Zulaeha, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Khususnya panitia, wali kelas, tim literasi sekolah, dan para peserta.

“Semarak Bulan Bahasa ini bukan sekadar ajang lomba dan hiburan, tetapi juga wadah untuk berkreasi, menumbuhkan literasi, dan menanamkan rasa bangga terhadap budaya bangsa.” ujar ibu dari dua anak tersebut.

Beliau juga berpesan kepada para peserta agar menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar yang menyenangkan. Tunjukkan karya terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan solidaritas. Bahasa adalah jembatan menuju ilmu, persahabatan, dan masa depan yang lebih cerah. Jadi, berbahasalah dengan baik dan benar.” pungkasnya. ___(dimas.spawas)

 


0 komentar:

Posting Komentar

SEKILAS SPAWAS

SMP Walisongo Pecangaan adalah salah satu SMP unggul di Kabupaten Jepara yang berada di bawah naungan Yayasan Walisongo Pecangaan. Berdiri pada tahun 1986, SMP Walisongo Pecangaan mempunyai ciri khas dan keunggulan dalam penguatan aqidah Islam ahlussunnah wal jamaah, pengamalan ubudiyah, pembiasaan akhlakul karimah, dan pengembangan potensi peserta didik.

VISI DAN SLOGAN

VISI "Mewujudkan lulusan yang unggul dalam prestasi, santun dalam pekerti, dan berdaya saing tinggi." SLOGAN "Unggul Berkarakter"

KATEGORI TULISAN

PALING BANYAK DIBACA